7 Tips Menjaga Pakaian agar Tidak Bau Apek saat Musim Hujan

Musim hujan membuat pakaian lebih lama kering karena sinar matahari terbatas dan udara cenderung lembap. Jika dibiarkan dalam kondisi basah atau setengah kering, pakaian dapat mengeluarkan bau apek. Aroma ini juga bisa kembali muncul setelah pakaian disimpan di lemari, terutama bila masih ada kelembapan yang tertinggal pada kain.

Bau apek bukan semata-mata masalah kesegaran pakaian. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan, aroma tersebut dapat menjadi salah satu tanda adanya pertumbuhan jamur. Karena itu, menjaga pakaian tetap kering sekaligus mengendalikan kelembapan di sekitar tempat mencuci, menjemur, dan menyimpan pakaian menjadi langkah penting.

Jangan biarkan pakaian basah terlalu lama

Pakaian yang baru selesai dicuci sebaiknya segera dijemur atau dipindahkan ke mesin pengering. Hindari membiarkannya menumpuk di dalam mesin cuci karena ruang yang tertutup dan lembap dapat membuat pakaian lebih cepat berbau.

Hal serupa berlaku pada pakaian yang basah karena kehujanan. Jangan langsung memasukkannya ke keranjang cucian dalam keadaan lembap. Pakaian tersebut sebaiknya segera dicuci atau setidaknya digantung terlebih dahulu hingga tidak lagi basah. EPA juga menyarankan agar pakaian dan handuk basah tidak dibiarkan berlama-lama di keranjang maupun mesin cuci.

Saat menjemur, berikan jarak di antara pakaian agar udara dapat bergerak di sekeliling kain. Jika pengeringan dilakukan di dalam rumah, pilih ruangan dengan ventilasi baik. Kipas angin dapat digunakan untuk membantu memperlancar sirkulasi udara.

Namun, pewangi bukan solusi utama. Produk tersebut hanya dapat menutupi aroma untuk sementara jika pakaian masih menyimpan kelembapan. EPA merekomendasikan kelembapan relatif di dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen jika memungkinkan.

Periksa bagian pakaian dan kondisi alat

Pakaian yang terasa kering di permukaan belum tentu benar-benar kering. Kerah, saku, lipatan celana, dan bagian jahitan biasanya menyimpan air lebih lama. Sebelum melipat dan memasukkannya ke lemari, periksa bagian-bagian tersebut. Jika masih terasa dingin, lembap, atau mengeluarkan aroma berbeda, lanjutkan pengeringan.

EPA menyebut material yang lembap sebaiknya dikeringkan secepat mungkin, idealnya dalam waktu 24 hingga 48 jam, untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur. Jika tersedia, mesin pengering dapat menjadi pilihan saat hujan turun sepanjang hari. Penggunaannya tetap harus mengikuti label perawatan pakaian karena tidak semua bahan tahan terhadap suhu tinggi.

Mesin pengering yang digunakan di dalam rumah juga harus memiliki sistem pembuangan udara sesuai petunjuk. EPA mencatat, alat tanpa ventilasi ke luar dapat meningkatkan kelembapan ruangan dan berkontribusi terhadap masalah jamur.

Mesin cuci pun perlu dibersihkan secara berkala. Sisa deterjen, kotoran, dan air yang tertinggal dapat menimbulkan bau yang kemudian menempel pada pakaian. Setelah mencuci, biarkan bagian dalam mesin mendapatkan sirkulasi udara, jika memungkinkan, dan jangan selalu menutupnya rapat.

Atur lemari dan jumlah cucian

Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak dan dapat mempertahankan kelembapan. Beri ruang di antara pakaian, jangan menyimpan pakaian yang belum sepenuhnya kering, dan sesekali buka pintu lemari agar udara berganti.

Jumlah cucian juga perlu disesuaikan dengan kapasitas tempat menjemur. Mencuci terlalu banyak sekaligus membuat pakaian tergantung terlalu rapat sehingga proses pengeringan lebih lama. Saat cuaca terlihat cerah, manfaatkan waktu tersebut untuk mencuci pakaian yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk kering.

Jika pakaian sudah telanjur bau apek, cuci kembali dan pastikan benar-benar kering sebelum disimpan. Bila aroma tetap muncul, periksa keranjang pakaian, mesin cuci, lemari, serta kondisi ruangan. Pada pakaian yang sudah menunjukkan pertumbuhan jamur secara jelas, penanganannya perlu lebih serius. Selama sumber kelembapan belum diatasi, bau apek berisiko kembali.

Source link