Isack Hadjar menutup akhir pekan Grand Prix Azerbaijan dengan podium ketiga sekaligus penampilan yang mendapat pujian dari pengamat F1 TV, Alex Brundle. Pembalap Red Bull itu dinilai menunjukkan kecepatan kuat dan kematangan dalam menjalankan perintah tim setelah kembali membalap usai mengalami cedera pergelangan tangan.
Hadjar finis di belakang rekan setimnya, Max Verstappen, yang menempati posisi kedua. Hasil tersebut memastikan Red Bull meraih finis ganda di podium. Posisi ketiga Hadjar juga terbantu oleh kesalahan Oscar Piastri. Pembalap McLaren itu mengalami lock-up pada fase akhir balapan, sehingga kehilangan peluang untuk mempertahankan posisinya.
Pujian atas kecepatan dan sikap Hadjar
Brundle menilai Hadjar layak mendapat apresiasi bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga karena caranya menjalani balapan. Saat diminta untuk tetap berada di belakang Verstappen, Hadjar mematuhi instruksi tersebut dan tidak memaksakan pertarungan dengan rekan setimnya.
“Bagaimanapun caranya, saya pikir Max pada akhirnya akan finis cukup jauh di depan Hadjar,” kata Brundle dalam siaran pascabalapan F1 TV. “Dan melihat jalannya balapan, dia mungkin akan melewatinya dengan cukup cepat ketika menggunakan ban lunak.”
Menurut Brundle, keputusan Hadjar untuk mengikuti arahan tim menjadi bagian penting dari penampilannya di Baku. Ia menyebut pembalap tersebut telah mengumpulkan “poin rekan setim” karena mampu memainkan perannya, sembari tetap memperlihatkan kecepatan yang mengesankan sepanjang akhir pekan.
“Hadjar benar-benar melakukan comeback luar biasa hari ini dan mendapatkan poin rekan setim yang bagus karena memainkan perannya. Dia juga menunjukkan kecepatan yang luar biasa akhir pekan ini,” ujar Brundle.
Hadjar kembali ke kokpit setelah cedera pergelangan tangan. Ia juga baru menandatangani kontrak dengan Red Bull untuk musim 2027. Brundle menilai podium di Azerbaijan merupakan cara terbaik untuk kembali setelah absen karena cedera dan menghadapi musim dengan kontrak baru.
“Jika Anda ingin melakukan comeback dari cedera dengan kontrak baru di tangan, inilah comeback yang tepat. Dia benar-benar layak mendapatkan podium itu. Bahkan, sebagai pasangan pembalap, mereka adalah yang terbaik di lintasan hari ini,” tutur Brundle.
Red Bull tetap diperhitungkan
Damon Hill, juara dunia Formula 1 1996 yang turut menjadi panelis siaran, juga menyoroti pemulihan Hadjar. Ia menyebut kembalinya Hadjar setelah cedera dan masa absen sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Pemulihan Isack Hadjar luar biasa setelah cedera dan absen. Mereka adalah tim yang kuat. Anda tidak pernah bisa mengesampingkan Red Bull,” kata Hill.
Hill menggambarkan Red Bull sebagai tim agresif yang berani mengambil risiko dan terus berjuang untuk meraih hasil. Menurut dia, meski telah melewati berbagai perubahan manajemen, Red Bull tetap mampu bersaing.
Dalam klasemen pembalap, Verstappen berada di posisi keenam dengan 163 poin, sementara Hadjar menempati peringkat kedelapan dengan 86 poin. Red Bull berada di posisi keempat klasemen konstruktor dengan 263 poin. Jumlah itu termasuk poin yang dikumpulkan Liam Lawson ketika menggantikan Hadjar selama pembalap tersebut masih menepi karena cedera.












