Sayang, Aku Harus Apa Sekarang? Panduan Menghadapi Dilema

Rencana pernikahan Amal Buton yang semula dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 berubah menjadi kabar duka. Adik komika sekaligus aktor Arie Kriting itu meninggal dunia pada Kamis, 24 September 2026, hanya sekitar dua pekan sebelum hari bahagia yang telah dipersiapkan bersama calon istrinya.

Kepergian tersebut membuat calon istri Amal harus menghadapi perubahan besar dalam waktu singkat. Perempuan yang semestinya segera membangun rumah tangga bersama Amal kini mengaku masih belum memahami langkah yang harus diambil setelah kehilangan itu.

Curhat calon istri Amal

Melalui Instagram Story akun @mamming_hjiping, ia menyampaikan isi hatinya terkait situasi yang mendadak berubah. Ia mengatakan tujuan hidupnya saat itu adalah menikah dan membangun keluarga bersama Amal.

“Sayang, aku harus apa sekarang? Tujuanku bahagia menikah bangun rumah tangga bersama. Lah sekarang bagaimana ini? Aku harus apa sekarang?” tulisnya, seperti dikutip pada Senin, 28 September 2026.

Ia juga meminta maaf karena memilih media sosial sebagai tempat untuk mengungkapkan perasaannya. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena dirinya masih kebingungan menghadapi keadaan yang datang secara tiba-tiba.

“Lagi bingung dengan keadaan mendadak ini,” lanjutnya.

Ungkapan tersebut menggambarkan beratnya situasi yang dihadapi keluarga dan orang-orang terdekat Amal. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia pada 10 Oktober kini tidak lagi dapat terlaksana setelah Amal meninggal dunia.

Pesan perpisahan Arie Kriting

Arie Kriting sebelumnya menyampaikan kabar duka sekaligus penghormatan terakhir untuk sang adik melalui Instagram. Dalam unggahannya, ia meminta doa dan pengampunan bagi Amal.

“Terima kasih untuk semua doa baiknya. Semoga adik saya almarhum @amal_buton mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mohon dimaafkan jika ada yang kurang berkenan, mohon diikhlaskan. Tanggal 10 Oktober besok harusnya dia menikah, tetapi Allah SWT memiliki kehendak yang lain,” tulis Arie.

Arie juga menyampaikan harapan agar suatu hari nanti dapat kembali bertemu dengan Amal. Ia menggunakan gambaran cahaya untuk menggambarkan kondisi sang adik setelah meninggal dunia.

“Sekarang Amal sudah berdiri dalam cahaya yang terang benderang. Dia tahu, saya kakaknya ini meskipun orang sering bilang saya garang tapi saya itu takut gelap. Maka semoga jalan hidupku juga bisa membawa agar kita kelak bertemu lagi saudaraku,” pungkasnya.

Source link