Esteban Ocon menutup Grand Prix Azerbaijan 2026 dengan hasil terbaiknya musim ini sekaligus pesan tegas mengenai kemampuannya. Pembalap Haas itu finis di posisi kedelapan setelah nyaris merebut peringkat ketujuh dari Arvid Lindblad, yang hanya unggul 0,03 detik di garis finis.
Hasil di Baku menjadi penting bagi Ocon karena musimnya kerap terganggu inkonsistensi performa komponen mobil Haas. Masalah tersebut dipahami lebih banyak memengaruhi Ocon dibandingkan rekan setimnya, Oliver Bearman, meski kondisinya mulai membaik dalam beberapa balapan terakhir.
Ocon juga disebut menyadari bahwa peluangnya mempertahankan kursi Haas untuk musim 2027 semakin kecil. Kekecewaan itu bertambah setelah lajunya di kualifikasi Baku terhambat bendera kuning. Karena itu, ekspresinya seusai balapan terlihat sangat emosional.
Strategi Haas berjalan sesuai rencana
“Sangat senang dengan hasil ini,” kata Ocon setelah balapan. “Ketika mobil bekerja dengan baik, inilah hasil yang pantas kami dapatkan.”
Menurut Ocon, Haas sudah menunjukkan kecepatan sejak awal akhir pekan. Tim juga dinilainya mengambil keputusan yang tepat terkait pit stop dan periode safety car. Ia turut menyoroti manuver menyalip yang dilakukan menjelang garis finis, seperti yang pernah ia lakukan di Zandvoort, serta aksi lain di Tikungan 2.
“Ini benar-benar balapan yang sangat bagus dan saya sangat senang dengan hasilnya. Saya pikir hasil ini memberikan suasana positif bagi semua orang untuk melangkah ke triple-header tersebut,” ujar Ocon.
Rangkaian balapan berikutnya akan membawa Formula 1 ke Sepang, lintasan yang menurut Ocon memiliki banyak tikungan berkecepatan tinggi. Performa Haas di Baku membuatnya optimistis menghadapi dua balapan selanjutnya.
“Kami akan menuju trek yang sangat sulit dengan banyak tikungan berkecepatan tinggi. Kami menunjukkan bahwa kami memiliki mobil yang cukup kompetitif. Seharusnya akan ada dua balapan yang menarik bagi kami, dan saya menantikannya,” katanya.
Ocon menegaskan keyakinan pada dirinya
Ketika ditanya apakah hasil Baku terasa seperti penebusan di tengah situasi sulit yang sedang dihadapinya, Ocon menjawab singkat dan tegas: “Saya bisa mengatakan bahwa saya pantas mendapatkan itu—bukan semua omong kosong lainnya.”
Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya mampu bersaing dengan pembalap lain di grid. Ocon menyebut pernah berada di level yang sama dengan para rivalnya dan menguraikan pencapaiannya sejak masa awal karier.
“Saya pernah balapan melawan semua orang di sana, dan saya selalu seimbang dengan mereka. Saya memenangi setiap kejuaraan yang saya ikuti. Saya memenangi balapan di Formula Renault, memenangi kejuaraan gokart, memenangi Formula 3 Eropa dan GP3, lalu sempat berada di 10 besar DTM selama setengah musim. Saya juga pernah menang di Formula 1. Saya bisa melakukannya,” ujarnya.
Ocon menutup pernyataannya dengan keyakinan yang selama ini kerap ia sampaikan secara terbuka. “Saya adalah salah satu yang terbaik di luar sana, dan saya tidak takut untuk mengatakannya.”
Klaim bahwa ia memenangi setiap kejuaraan perlu diberi catatan. Secara umum, rangkaian pencapaian yang disebut Ocon memang sesuai dengan rekam jejaknya, tetapi di DTM 2016 ia hanya sekali finis di 10 besar dalam 10 balapan dan menghabiskan 18 persen dari seluruh putaran balapnya di posisi tersebut.












