Polresta Tangerang telah mengungkapkan kronologi kejadian penumpang taksi online yang dipaksa turun oleh sekelompok ojek pangkalan di Stasiun Tigaraksa, Desa Cikasungka, Kabupaten Tangerang. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sekitar jam 2 siang menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. Seorang pasangan suami istri turun di Stasiun Tigaraksa dan memesan taksi online untuk dijemput di depan stasiun. Saat sopir taksi online membawa mereka, beberapa ojek pangkalan mulai menegur sopir tersebut.
Adu mulut terjadi antara penumpang wanita dan ojek pangkalan setelah penumpang mendengar teguran terhadap sopir taksi online. Akibatnya, penumpang taksi online tersebut dipaksa turun dari mobil dan diminta naik ojek pangkalan. Namun, setelah turun, penumpang tersebut memilih berjalan kaki sementara taksi online pergi. Identitas penumpang masih dalam proses penelusuran oleh pihak berwenang.
Kepolisian kemudian menemui beberapa pengemudi ojek pangkalan untuk mendengar keterangan dan keluhan mereka. Selanjutnya, Kapolresta Tangerang memberikan edukasi agar situasi tidak memanas dan menekankan pentingnya keamanan serta ketenangan. Selain itu, pihak kepolisian juga mendengarkan keterangan dari pengemudi ojek online dan bertujuan untuk mencari solusi bersama.
Kapolresta Tangerang menegaskan bahwa tindakan yang meresahkan akan ditindaklanjuti. Video yang beredar tentang kejadian tersebut menunjukkan sejumlah orang yang diduga pengemudi ojek pangkalan memaksa turun penumpang taksi online di Stasiun Tigaraksa. Pihak berwenang terus melakukan investigasi terkait kejadian tersebut dan meminta semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang baik dan bijaksana.












