Balapan di Baku menunjukkan bagaimana sikap Leclerc pasca-balapan menyerupai reaksi peserta yang kalah dalam acara TV, Come Dine With Me. Meski start di depan Hamilton, Leclerc mengalami kendala dengan sistem hibrida power unit Ferrari-nya yang mengakibatkan kesulitan di lintasan lurus dan pit stop awal untuk menghindari Norris. Setelah Hamilton keluar pit, Leclerc berhasil menyalipnya berkat keunggulan ban yang lebih segar. Meski menginginkan informasi terbaru tentang posisi Hamilton, Leclerc akhirnya setuju untuk berikan jalan pada rekan setimnya. Meskipun Hamilton gagal mendekati Norris, dia diminta untuk mengembalikan posisinya di putaran terakhir, namun pembalap Ferrari ini tidak melepaskan gas hingga hampir garis finis. Kondisi ini membuat Leclerc kebingungan, tetapi prinsipal tim, Fred Vasseur, memastikan bahwa keputusan tersebut adalah yang terbaik mengingat situasi balapan. Meskipun Hadjar punya andil dalam ketepatan posisi, Hamilton meminta maaf atas kesalahannya kepada Leclerc. Ferrari merasa kecewa karena meski merasa cukup cepat untuk meraih pole, keduanya gagal memanfaatkan peluang dengan baik di sesi krusial. Adanya konvergensi performa mobil dan peningkatan efisiensi sayap belakang membuat start di posisi belakang selalu sulit, sementara pesaing di depan bisa mengelola ban lebih efektif. Vasseur menilai performa mobil tidak jadi masalah, tapi masalah pada mesin membuat Leclerc kesulitan menyalip lawan. Meski punya kecepatan, Ferrari harus belajar dari kesalahan yang terjadi pada hari sebelumnya.
Ferrari dan Hamilton: Kontroversi Team Order Tanpa Salahkan
Read Also
Recommendation for You

Setelah balapan, Christian Eckes merasa amat menyesali insiden yang mengakhiri balapan di Bristol bagi Corey…

Sebuah studi baru yang diselenggarakan oleh FIA mengungkapkan bahwa diperlukan lebih dari 20.000 relawan setiap…

Pemenang kejuaraan F1 Academy 2025, Doriane Pin, membuka diri tentang pengaruh yang dimiliki juara tujuh…









