Teknologi sinema terus berkembang seiring dengan meningkatnya ekspektasi penonton terhadap kualitas visual dan kenyamanan menonton. Format 3D generasi terbaru kembali menjadi sorotan karena mampu menghadirkan sensasi menonton yang lebih imersif dan mendekati pengalaman sinematik kelas dunia. Di tengah persaingan industri hiburan, teknologi 3D tidak lagi sekadar menawarkan efek visual, tetapi juga menuntut ketajaman gambar, warna yang presisi, serta kenyamanan mata. Inovasi ini menjadi faktor penting untuk menjaga relevansi bioskop sebagai destinasi hiburan utama.
Cinépolis Cinemas kembali memperkuat posisinya di Indonesia dengan menghadirkan teknologi RealD 3D melalui kemitraan strategis bersama RealD, perusahaan global di bidang teknologi proyeksi. Kolaborasi ini menandai kembalinya RealD 3D sebagai format 3D premium generasi terbaru di jaringan Cinépolis Cinemas Indonesia. Saat ini, teknologi RealD 3D telah terpasang di lima lokasi Cinépolis Cinemas di Indonesia. Secara keseluruhan, Cinépolis memiliki 43 studio 3D dengan total 8.619 kursi yang tersebar di berbagai kota.
Seluruh studio 3D Cinépolis telah mendukung High Frame Rate hingga 48fps untuk menghasilkan pergerakan gambar yang lebih halus. Sementara itu, sistem RealD 3D mampu memproyeksikan gambar hingga 144 frame per second sehingga memberikan visual yang stabil dan nyaman di mata. Peluncuran kembali RealD 3D ini merupakan bagian dari strategi Cinépolis dalam memperkuat segmen Premium Large Format. Langkah tersebut sejalan dengan tren meningkatnya minat penonton terhadap pengalaman menonton yang lebih eksklusif dan berkualitas tinggi.
Sebagai jaringan bioskop internasional yang beroperasi di 18 negara, Cinépolis dikenal konsisten menghadirkan inovasi format menonton. Di Indonesia, jaringan ini telah menghadirkan beragam special format seperti Cinépolis VIP, Macro XE, D-BOX, hingga Cinépolis Junior. “Kami sangat antusias dapat menghadirkan kembali RealD 3D melalui kemitraan dengan RealD di industri sinema Indonesia,” ujar CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay. “Teknologi ini memungkinkan penonton merasakan pengalaman menonton 3D yang jauh lebih imersif dan nyaman,” lanjutnya, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu 20 Desember 2025. RealD 3D bekerja dengan sistem polarisasi yang menyajikan gambar berbeda untuk masing-masing mata. Teknologi ini mampu menciptakan kedalaman visual yang alami sekaligus meminimalkan efek ghosting, bahkan untuk durasi menonton yang panjang.












