Pada hari Sabtu, Reli Dakar edisi ke-48 dimulai dengan prolog singkat sepanjang 23 kilometer di sekitar Yanbu. Meskipun tidak berpengaruh pada klasemen keseluruhan mobil, prolog ini memberikan gambaran awal tentang kemampuan dan kekuatan pembalap. Perlu dicatat sejauh mana prolog ini dapat mencerminkan situasi sesungguhnya. Hasil dari prolog akan menentukan urutan start untuk etape pertama pada hari Minggu, sehingga beberapa pembalap mungkin akan memilih untuk tidak mengeluarkan tenaga penuh agar tidak harus memimpin klasifikasi pertama.
Menariknya, persaingan Dakar saat ini jauh berbeda dari sebelumnya, menurut Joao Ferreira, pereli nomor delapan tahun lalu. Dulu, Carlos Sainz, Nasser Al-Attiyah, dan Stephane Peterhansel adalah pembalap yang diunggulkan, namun sekarang ada sekitar 10 hingga 15 pembalap yang memiliki potensi untuk memenangkan reli Dakar. Ferreira bahkan menyebut sekitar 21 pembalap yang bisa meraih kemenangan tersebut.
Guy Botterill, rekan setim Ferreira di Toyota Gazoo Racing SA, juga memiliki pandangan yang sejalan. Bagi mereka, strategi yang cerdas, keberuntungan, dan konsistensi dalam mengendarai mobil adalah faktor kunci dalam menentukan pemenang reli. Meskipun memiliki ambisi untuk meraih kemenangan, baik Ferreira maupun Botterill menyadari bahwa sulit untuk menentukan tim favorit sebelum reli dimulai.
Sebelum reli dimulai, semua pembalap dianggap sebagai pesaing yang memiliki peluang sama untuk memenangkan Dakar. Meskipun tidak dapat diprediksi siapa yang akan keluar sebagai pemenang, Ferreira dan Botterill tetap optimis dengan kemampuan timnya. Mereka yakin bahwa persaingan yang ketat antara pembalap berpengalaman dan muda akan membuat reli Dakar edisi ke-48 menjadi lebih menarik dan tak terduga.












