Marc Marquez meraih gelar juara di usia 32 tahun, menjadikannya juara tertua dalam era MotoGP modern. Dia berhasil memenangi 11 balapan grand prix dan 14 balapan sprint di musim 2025 bersama Ducati. Dengan gelar ini, Marquez sekarang menyamai prestasi Valentino Rossi dengan meraih gelar MotoGP ketujuh dan kejuaraan dunia kesembilan. Kembalinya Marquez setelah cedera lengan parah pada 2020 menjadi salah satu kisah yang luar biasa dalam sejarah MotoGP. Prestasi Marquez tidak hanya menarik minat di paddock, tetapi juga di kalangan di luar olahraga, menyebabkan peningkatan jumlah penonton di lintasan MotoGP menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Seorang pelatih pembalap, Chicho Lorenzo, menekankan pentingnya peran Marquez dalam olahraga saat ini, bahkan rival-rivalnya tidak terganggu dengan dominasi Marquez yang begitu kuat, malah meningkatkan daya tarik MotoGP.
Menurut Lorenzo, Marquez sulit dikategorikan secara teknis karena gaya berkendara yang tidak mulus seperti Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo, namun kreativitasnya tidak terbatas. Marquez selalu menemukan cara untuk mencatatkan waktu yang cepat. Dengan kecintaannya untuk bermain dengan batas-batas yang mengganggu, Marquez memiliki disiplin kerja dan kecerdasan yang membuatnya mendefinisikan sebuah era. Lorenzo berharap para penggemar akan menghargai dan menikmati penampilan Marquez, karena suatu hari nanti, dia akan dirindukan.












