Gelombang laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terus berlanjut dengan materi stand up comedy berjudul Mens Rea. Kali ini, Majelis Pesantren Salafiyah Banten menilai analogi yang digunakan tidak tepat dan bisa melecehkan ibadah salat. Matin Syarkowi dari Majelis tersebut menyatakan bahwa tafsir yang muncul saat analogi tersebut dibawa dalam konteks hiburan adalah bahwa ibadah salat dijadikan bahan olok-olok. Hal ini dianggap bertentangan dengan keyakinan umat Islam bahwa salat adalah indikator kebaikan yang didasarkan pada Al-Qur’an. MUI juga menegaskan bahwa dalam komedi atau ekspresi lainnya, batas utama adalah jangan menghina, mencela, atau menghujat simbol agama, termasuk salat. Ketua MUI KH Cholil Nafis mengungkapkan bahwa penilaian terhadap penggunaan simbol agama akan memperhatikan apakah ada unsur hujatan, penghinaan, atau celaan terhadap salat sebagai ibadah. Pandangan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terkait kebebasan berekspresi, humor, dan sensitivitas terhadap agama.
Ketua MUI Tanggapi Kontroversi Materi Stand Up Pandji: Dinilai Hina Agama
Read Also
Recommendation for You

Program Sosial Kapolri Dibiayai dari Dana Pribadi, Bukan APBN Pada Kamis, 10 September 2026, Program…

Polda Sumatera Selatan Gandeng 85 Peserta Sespim Lemdiklat Polri untuk Penanganan Karhutla Polda Sumatera Selatan…

Ribuan Kartrid Vape Narkoba Dimusnahkan Polda Aceh Pada tanggal 8 September 2026, Wakapolda Aceh Brigjen…

Pemerintah Usulkan Perubahan Syarat Kewarganegaraan WNI Pemerintah Irlandia mengusulkan peningkatan syarat masa tinggal untuk kewarganegaraan…








