Sesi pagi pada hari kedua Shakedown F1 menjadi momen sibuk bagi Ferrari dalam mengumpulkan data dan menguji SF-26. Charles Leclerc mendapatkan kesempatan untuk berputar pertama kali di lintasan basah menggunakan ban Full Wet yang direncanakan untuk musim 2026. Selama beberapa putaran di lintasan basah, Leclerc mencoba Partial Active Aero Mode, yang merupakan inovasi teknis dan olahraga untuk Formula 1 2026.
Di lintasan lurus utama Barcelona, Leclerc menggunakan sayap depan untuk membuka profil kedua dan ketiga meskipun sayap belakang tetap tertutup sesuai peraturan. Aerodinamika aktif merupakan pengembangan dari sistem DRS yang sebelumnya digunakan hingga akhir 2025. Sistem ini dirancang untuk membuat mobil lebih efisien di lintasan lurus dengan drag rendah dan untuk membatasi penggunaan energi listrik.
Versi beban tinggi dari aerodinamika aktif digunakan untuk tikungan di mana kedua sayap tetap tertutup demi beban aerodinamis yang tepat. Sedangkan mode aerodinamika aktif parsial telah diperkenalkan sesuai dengan regulasi terbaru yang memungkinkan pembalap membuka sayap depan dan menutup sayap belakang. Terdapat aturan untuk membuka setidaknya satu sayap untuk menghindari penggunaan energi berlebihan dan beban aerodinamis yang dapat memengaruhi performa mobil.
Penting untuk diingat bahwa aerodinamika aktif sebagian harus digunakan terutama dalam kondisi lintasan basah di mana kecepatan tinggi dan konsumsi energi tinggi memberikan tantangan tersendiri. Namun, pada kondisi hujan lebat atau lintasan sangat basah, direktur balapan berhak untuk menonaktifkan aerodinamika aktif demi alasan keamanan.langkah tersebut dapat memastikan mobil memiliki cengkeraman yang lebih baik di lintasan lurus dan mengurangi risiko aquaplaning.












