Polisi telah berhasil mengamankan 16 anak yang terlibat dalam insiden tawuran yang tragis di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Dalam kejadian yang terjadi pada tanggal 10 Februari, seorang remaja tewas akibat terlibat dalam tawuran tersebut. Para anak yang terlibat telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan rekaman video yang beredar di masyarakat.
Korban dalam insiden tersebut menderita luka sabetan senjata tajam dan akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis intensif. Polisi telah melakukan pemetaan lokasi dan pengumpulan keterangan saksi untuk mengidentifikasi para remaja yang terlibat. Kerjasama antara polisi, Polsek, instansi terkait, dan lembaga perlindungan anak dilakukan untuk memastikan keamanan dan kondusifitas keadaan.
Proses hukum dari tahap penyelidikan telah ditingkatkan ke tahap penyidikan guna menetapkan pihak yang bertanggung jawab secara hukum. Polisi telah mengidentifikasi empat orang sebagai terduga pelaku utama, namun jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring dengan pendalaman yang terus dilakukan. Sebelum terjadinya tawuran, polisi telah mengantisipasi aksi balasan antarkelompok remaja dan berhasil mencegahnya.
Koordinasi antara kepolisian dan kejaksaan dilakukan untuk memastikan penegakan hukum sesuai dengan sistem peradilan pidana anak. Orang tua juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah guna mencegah keterlibatan dalam kekerasan jalanan. Melalui operasi Posko Terpadu, polisi berupaya mencegah terjadinya tawuran dan gangguan kamtibmas di wilayah Jaktim, mengamati tingkat kerawanan pada waktu-waktu tertentu. Operasi ini melibatkan berbagai unsur, termasuk kepolisian, TNI/Polri, Satpol PP, Kodim 0505, dan elemen masyarakat setempat. Posko terpadu ini beroperasi dari pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB guna menjaga keamanan masyarakat.












