Di Korea Utara, Putri Kim Jong Un yang masih remaja disebut-sebut sebagai calon penerus setelah sang ayah menunjuknya sebagai penerusnya. Menurut badan intelijen Korea Selatan, Kim Ju Ae dipilih untuk memimpin negara tersebut setelah kematian Kim Jong Un. Namun, ia kemungkinan akan menghadapi tantangan dari bibinya, Kim Yo Jong, yang memiliki dukungan politik dan militer kuat di Korea Utara. Perebutan kekuasaan di Pyongyang bukan hal baru, seperti saat Kim Jong Un mengambil alih kepemimpinan dan menyingkirkan pamannya, Jang Song Thaek. Tindakan perebutan kekuasaan ini membuktikan bahwa persaingan di tingkat tertinggi dalam negara tersebut bisa berujung pada tindakan yang drastis, seperti pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan terus memantau perkembangan Kim Ju Ae, dengan kehadirannya dalam Kongres Partai Buruh menjadi sinyal penting bagi masa depan kepemimpinan Korea Utara.
Putri Kim Jong Un, 13 Tahun, Terancam Dijegal Bibinya – Kisah Pemimpin Korea Utara
Read Also
Recommendation for You

Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran…

Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak mempercayai Amerika Serikat (AS) dan menolak untuk berunding dengan…

Beberapa ketua umum partai politik merapat ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat setelah menerima undangan dari…









