Berita  

Dampak Penutupan Selat Hormuz oleh Serangan Israel-AS bagi Jakarta

Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa penutupan Selat Hormuz akibat sengketa antara Iran dan Amerika Serikat akan berdampak ekonomi, termasuk bagi Jakarta. Selat Hormuz dikenal sebagai jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan merupakan rute utama perdagangan energi global. Sebagai tempat aliran seperlima dari total ekspor minyak dunia, termasuk sebagian besar minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak sebelum akhirnya dikirim ke pasar internasional.

Pramono menyoroti potensi dampak ditutupnya Selat Hormuz terhadap rantai pasokan dan kenaikan harga barang. Namun, ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah fokus pada kebutuhan pokok warga, terutama menjelang Idul Fitri. Ketersediaan cabai merah, daging, dan beras di Jakarta dipastikan mencukupi serta pemantauan harga pasar dan inflasi terus dilakukan untuk mengambil langkah antisipatif.

Selain itu, perkembangan harga minyak dunia juga diprediksi akan fluktuatif akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran. Pramono juga menyampaikan bahwa lonjakan harga minyak dapat mereda jika infrastruktur dan pasokan minyak tidak terganggu, tetapi akan ada dampak jangka panjang jika terjadi gangguan pada infrastruktur atau pasokan minyak, termasuk melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur kunci dalam perdagangan minyak global. Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari dari Korps Garda Revolusi Islam Iran telah memberikan konfirmasi bahwa IRGC telah dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz di tengah situasi tegang di Kawasan Timur Tengah.

Source link