Pada Selasa, 3 Maret 2026, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan keberhasilan operasi militer yang diklaimnya telah mengakibatkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, beserta puluhan pejabat senior Iran lainnya. Netanyahu menyatakan bahwa operasi tersebut digerakkan dengan dukungan penuh dari militer Amerika Serikat dan Presiden AS, Donald Trump.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut bahwa operasi tersebut menyasar pemerintahan Iran yang dianggapnya menindas. Ia juga menegaskan bahwa koalisi kekuatan yang terlibat merupakan hasil dari kerjasama yang telah lama dinanti untuk mengakhiri rezim Ayatollah Ali Khamenei. Netanyahu merencanakan serangan intensif ke jantung kota Tehran, Iran, dan menjanjikan peningkatan eskalasi serangan ke Iran dalam beberapa waktu ke depan.
Netanyahu juga mengungkapkan bahwa pasukan Israel saat ini sedang melakukan serangan intensif ke pusat kota Teheran, dengan intensitas yang semakin ditingkatkan. Ia berkomitmen untuk menggerakkan seluruh kekuatan Israel demi melindungi warga negaranya. Pernyataan kontroversial Netanyahu ini menuai perhatian internasional dan menjadi topik utama di berbagai media.












