Berita  

US Granted Use of Base to Attack Iran

Pada Sabtu, 21 Maret 2026, Pemerintah Inggris memberikan izin kepada Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan seluruh pangkalan militernya dalam operasi yang ditujukan untuk menghadapi ancaman rudal Iran di Selat Hormuz. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan langsung dari Downing Street, yang menyatakan bahwa para menteri kabinet pada pertemuan Jumat, 20 Maret, menyetujui penggunaan pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan AS guna mengurangi ancaman rudal yang dapat menyerang kapal di Selat Hormuz.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa pendekatan mereka terhadap konflik tetap sama dan mengajukan desakan untuk de-eskalasi dan penyelesaian konflik yang cepat. Para menteri Kabinet juga mengecam ekspansi target Iran yang melibatkan pelayaran internasional. Pemimpin oposisi Konservatif, Kemi Badenoch, menyebut keputusan ini sebagai perubahan haluan terbesar sepanjang masa.

Sejak serangan intensif AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Inggris telah bergerak dari penolakan awal terhadap akses pangkalan ke integrasi logistik yang lebih dalam. Meskipun bertindak untuk membela diri dan sekutu mereka, Inggris menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas.

Konflik di Timur Tengah semakin memanas sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang telah menewaskan sekitar 1.300 orang. Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal, serta menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur transit minyak utama yang menangani sekitar 20 juta barel per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.

Source link