Berita  

Kapal Pertama Melintas Selat Hormuz Pasca Kesepakatan Gencatan Senjata

Pada Kamis, 9 April 2026, dua kapal pengangkut minyak curah berhasil melintasi Selat Hormuz setelah pengumuman gencatan senjata. Sebuah laporan dari The New York Times yang dikutip dari pelacak pelayaran Kpler menyebut bahwa kedua kapal tersebut, satu milik Yunani dan yang lainnya berbendera Liberia, menjadi bagian dari kapal-kapal pertama yang berhasil melintasi jalur air tersebut. Meskipun lalu lintas masih terbatas, kedua kapal tersebut berhasil melewati Selat Hormuz.

Menurut informasi dari Kpler, dalam beberapa waktu terakhir hanya sedikit kapal yang terlihat melintasi selat tersebut setiap harinya sejak dimulainya perang. Lebih dari 400 kapal tanker dan kapal lainnya masih terdampar di Teluk Persia. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat akan ikut membantu mengelola lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan keterlibatan Amerika Serikat dalam memastikan “peningkatan lalu lintas” di wilayah tersebut.

Dalam upayanya untuk merespon situasi, Trump menyatakan harapannya untuk perdamaian dunia. Dia menyebut bahwa keinginan perdamaian bukan hanya diinginkan oleh Iran, tetapi oleh banyak pihak. Trump juga menegaskan tentang niat baik Washington untuk membantu peningkatan lalu lintas di Selat Hormuz. Dia menambahkan bahwa ini bisa menjadi titik balik bagi wilayah tersebut dan yakin situasinya akan membaik. Dengan upaya gencatan senjata selama dua minggu, Trump optimis bahwa tercapainya sebuah kesepakatan perdamaian jangka panjang dengan Iran dapat direalisasikan.

Source link