Profil Arifah Fauzi: Menteri PPPA Kontroversial dengan Pengalaman Luas
Pada tanggal 30 April 2026, nama Arifah Fauzi menjadi perbincangan hangat setelah menyampaikan pandangannya mengenai posisi penumpang dalam kereta api. Meskipun kontroversial, Arifah dikenal sebagai tokoh perempuan yang telah meniti karier panjang di berbagai bidang, termasuk organisasi, sosial, dan pemerintahan.
Mengenal Arifah Fauzi
Arifah Fauzi saat ini menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto sejak 21 Oktober 2024. Lahir di Bangkalan pada 28 Juli 1969, Arifah telah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, terutama di lingkungan keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama. Kiprahnya dalam organisasi perempuan dan kepemudaan cukup mencolok.
Selain itu, Arifah pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) sebelum kemudian memimpin PP Muslimat NU dari tahun 2025 hingga 2030. Di samping itu, pengalaman Arifah juga meliputi keterlibatan di Majelis Ulama Indonesia dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Tak hanya dalam ranah aktivis, Arifah juga memiliki pengalaman di industri media dan hiburan. Ia pernah menjadi produser untuk sejumlah program televisi religi seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI. Selain itu, ia juga terlibat sebagai show manager dalam konser kolaborasi musisi internasional.
Karier Politik dan Kontroversi
Arifah mulai meniti karier politiknya dengan menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional dalam Pemilihan Presiden 2024. Kiprah politiknya semakin menonjol setelah terlibat dalam kabinet pemerintahan yang fokus pada isu perempuan dan anak. Namanya kembali mencuat setelah pernyataannya tentang penataan penumpang kereta api dalam konteks kecelakaan di Bekasi.
Perkataannya yang menyebutkan penumpang perempuan sebaiknya ditempatkan di tengah rangkaian kereta menimbulkan pro kontra di masyarakat. Meskipun demikian, laporan harta kekayaan penyelenggaraan negara (LHKPN) tahun 2025 menunjukkan bahwa Arifah memiliki kekayaan sekitar Rp12,5 miliar, termasuk aset dan lima kendaraan pribadi, termasuk Toyota Land Cruiser 1997 dengan nilai sekitar Rp300 juta.
Keselamatan Penumpang Tetap Prioritas
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia menegaskan bahwa kebijakan keselamatan penumpang harus tetap berlaku untuk semua penumpang tanpa terkecuali. Meskipun Arifah Fauzi menuai kontroversi, pengalaman dan kontribusinya dalam berbagai bidang menunjukkan keberagaman dan kekompleksan karakternya dalam dunia sosial dan politik Indonesia.
Sumber: VIVA












