Berita  

Polemik Penutupan Sementara Tambang oleh Bupati Bogor dan KDM

Bupati Bogor Rudy Susmanto Membantah Melawan Gubernur Dedi Mulyadi

Polemik penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor menimbulkan kontroversi. Bupati Bogor Rudy Susmanto angkat bicara untuk meluruskan pernyataannya yang dianggap sebagian pihak sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Pernyataan Klarifikasi Rudy Susmanto

Rudy menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk melawan gubernur atau kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait aktivitas pertambangan. Saat menerima aksi unjuk rasa ribuan warga, Rudy didampingi Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara.

Menurut Rudy, pernyataan saat menerima aksi tersebut harus dipahami secara utuh tanpa dipotong sebagian. Ia menjelaskan bahwa warga saat itu hanya ingin berdialog langsung dengan bupati, dan menjaga kondusivitas serta menghindari benturan antara warga dan pihak lain sangatlah penting.

Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

Rudy juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan tidak bersifat anarkis di tengah polemik tambang yang tengah berlangsung. Meskipun izin usaha pertambangan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap mengusulkan agar aktivitas tambang yang memiliki izin resmi dapat beroperasi kembali.

Namun, ia menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal harus tetap ditutup. Kepastian hukum dalam berusaha tambang diperlukan agar iklim investasi di Kabupaten Bogor tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, Rudy juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku tambang, untuk bersama-sama menjaga lingkungan alam dan memperhatikan dampak sosial di sekitar wilayah operasional.

Di akhir pernyataannya, Rudy menekankan bahwa keberlanjutan aktivitas tambang harus sejalan dengan pemeliharaan lingkungan alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sumber

Source link