Berita  

Dukung Program MBG: Pakar dan BRIN Kembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi

PT Berdikari Gandeng Para Pakar dan BRIN Dalam Pembentukan Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Pada Sabtu, 9 Mei 2026, PT Berdikari terus menggalang komitmennya dalam mempercepat Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting seperti akademisi, ilmuwan, dan perwakilan pemerintah.

Ajang Konsolidasi Untuk Menciptakan Era Baru dalam Industri Peternakan

Kegiatan konsolidasi lintas sektor ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang kuat dalam menguatkan hilirisasi sehingga diharapkan akan membawa industri peternakan Indonesia ke era baru yang lebih maju.

Proyek HAT sebagai Prioritas Nasional yang Didukung Langsung oleh Presiden

Proyek HAT sendiri merupakan salah satu proyek prioritas nasional yang dipantau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. Hal ini sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan, memastikan pasokan protein hewani, serta mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam FGD tersebut, beberapa tokoh kunci yang turut hadir antara lain Tenaga Ahli Mentan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementan Dr. Ir. Harry Suhada, Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Budi Guntoro, serta Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN Dr. Delicia Yunita Rahman.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, juga turut mengajak seluruh elemen baik akademisi maupun peneliti untuk turun tangan langsung dalam merancang terobosan bersama demi kesuksesan proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Dia menekankan pentingnya kolaborasi skala besar sebagai kunci menuju kemandirian pangan.

Melalui kolaborasi ini, PT Berdikari yakin bahwa langkah-langkah yang diambil akan sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan industri peternakan yang modern, efisien, dan berdaya saing global guna menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Source link