Berita  

Pentingnya Peran Pembantu Presiden dalam Mendukung Kepemimpinan






Gus Lilur Soroti Nama Dirjen Bea Cukai dalam Persidangan <a href="https://portalberitatribun.info/2026/07/14/mahfud-md-kpk-diminta-ambil-alih-kasus-eks-jampidsus-febrie-adriansyah/" data-wpel-link="internal">KPK</a>

Gus Lilur Soroti Nama Dirjen Bea Cukai dalam Persidangan KPK

Gus Lilur Nilai Presiden Harus Evaluasi Lingkungan Direktorat Bea Cukai

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyoroti nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama yang terseret dalam persidangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan aliran suap bernilai miliaran rupiah.

Sebagai pengusaha rokok, Gus Lilur mengaku memahami betul rekam jejak dan kepemimpinan Djaka Budhi Utama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Gus Lilur Desak Presiden Copot Djaka Budhi Utama dari Jabatan Dirjen Bea Cukai

Menurutnya, pejabat setingkat direktur jenderal seharusnya menjadi pembantu Presiden dalam menjaga penerimaan negara, menertibkan tata kelola cukai, dan menyelamatkan uang negara.

Atas dasar itu, Gus Lilur secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Djaka Budhi Utama dari jabatan Dirjen Bea Cukai. Menurutnya, keterangan yang muncul di persidangan KPK sudah terlalu serius untuk diabaikan.

Gus Lilur: Pejabat Harus Memiliki Keberanian, Integritas, dan Harga Diri

Menurutnya, Presiden membutuhkan pembantu yang memiliki keberanian, integritas, patriotisme, dan harga diri dalam membela kepentingan negara. Bukan pejabat yang sibuk tampil di panggung konferensi pers, tetapi gagal menyentuh akar persoalan.

“Kita ingin Presiden membangun negeri dengan dibantu oleh para pahlawan negeri. Bukan oleh sosok yang haus selebrasi, tetapi miskin esensi,” katanya.

Sumber: VIVA

Source link