Presiden Iran Pastikan Kesiapan Negara Hadapi Berbagai Kemungkinan
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan meskipun telah mencapai memorandum kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, dokumen yang telah disepakati kedua negara merupakan langkah penting menuju penghentian konflik, namun belum menjadi akhir dari seluruh proses negosiasi.
Kesepakatan Awal Belum Menjadi Akhir Negosiasi
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui akun media sosial setelah Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi penyelesaian memorandum yang dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026. Presiden Iran menilai kesepakatan awal tersebut menjadi fondasi penting dalam upaya mengakhiri ketegangan yang selama ini membayangi hubungan kedua negara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jalan menuju kesepakatan final masih panjang dan berbagai kemungkinan tetap harus diantisipasi.
Iran Klaim Tetap Siap dalam Segala Kondisi
Meski optimistis terhadap peluang perdamaian, Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintah Iran tetap mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul selama proses negosiasi berlangsung.Ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat dan stabilitas negara akan tetap menjadi prioritas utama, baik kesepakatan akhir tercapai maupun tidak.
Menurut Pezeshkian, pemerintah telah memiliki berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi dinamika yang mungkin terjadi setelah memorandum ditandatangani.












