FIA Memperkenalkan Aturan Baru Terkait Penalty Points di F1
Formula 1 musim ini telah melihat banyak perubahan terutama terkait pemberian penalty points kepada para pembalap. Dibandingkan tahun sebelumnya, hingga saat ini baru ada satu poin penalti yang dikumpulkan para pembalap, dan itu pun diberikan kepada Franco Colapinto karena tidak melambat dengan cukup saat bendera kuning di Barcelona.
Fleksibilitas Stewards dalam Pemberian Penalty Points
Sejak diperkenalkannya panduan FIA yang direvisi sebelum musim dimulai, terdapat fleksibilitas yang lebih besar bagi para steward dalam menentukan apakah, dan berapa banyak, penalty points yang diberikan. Panduan yang baru memungkinkan steward untuk menentukan jumlah poin yang diberikan, terutama saat menyangkut insiden tabrakan.
Para pembalap Formula 1 sendiri telah meminta perubahan ini. Mereka merasa bahwa memberikan poin penalti untuk tabrakan yang hanya merupakan hasil dari balapan keras adalah pendekatan yang salah.
Perubahan Utama pada Pemberian Penalty Points
Jika sebelumnya menyebabkan tabrakan sekaligus mengakibatkan tiga poin penalti, kini steward dapat memberikan poin nol hingga tiga, tergantung pada tingkat keparahan insiden tersebut. Dalam kasus Esteban Ocon di China, ia hanya menerima penalti waktu 10 detik tanpa penalti poin pada lisensinya.
Selain itu, dalam kasus menghalau pembalap lain keluar lintasan, kecuali jika steward menganggap gerakan tersebut “sembrono”, kini tidak lagi diberikan poin penalti. Hal yang sama berlaku untuk mengabaikan bendera biru: panduan baru merekomendasikan tidak memberikan poin penalti, dibandingkan satu atau dua poin di bawah panduan sebelumnya.
Untuk insiden di mana steward percaya bahwa tabrakan terjadi dengan “tujuan jelas atau kelalaian sembrono”, pembalap tetap akan menerima empat poin penalti – sama seperti pada panduan sebelumnya.
Respon Positif dari Pembalap
Sebagian pembalap sangat menyambut baik penggunaan aturan yang baru ini. Oliver Bearman, pembalap Haas yang beberapa kali mendapatkan poin penalti tahun lalu, mengatakan bahwa pendekatan sebelumnya membuat para pembalap enggan menunjukkan performa terbaik mereka.
Dengan demikian, perubahan dalam pemberian penalty points oleh FIA telah memungkinkan para pembalap untuk bersaing lebih bebas tanpa harus terbebani dengan sanksi berat di masa depan.












