Sudaryono Minta Maaf atas Kasus Keracunan Massal Akibat Program MBG
Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di beberapa daerah, seperti di Jepara, Yogyakarta, Semarang, dan terbaru di Jayapura, kasus keracunan MBG terus terjadi. Sudaryono menegaskan permintaan maafnya kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia.
Janji Perbaikan Tata Kelola
Sudaryono berkomitmen memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG untuk mencegah terulangnya kasus keracunan di masa yang akan datang. Ia menyampaikan harapannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan dengan meningkatkan pengawasan secara ketat.
Kronologi Keracunan MBG di Beberapa Daerah
Menurut keterangan Sudaryono, kasus keracunan massal disebabkan oleh makanan yang dimasak terlalu cepat. Pada kasus di Jayapura dan Semarang, proses memasak dimulai terlalu larut malam sehingga mengakibatkan keracunan pada siswa-siswi yang menjadi penerima program MBG.
Korban keracunan yang terdiri dari siswa SD dan SMP kemudian dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di sekitar mereka yang meliputi Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), hingga rumah sakit swasta. Jumlah korban keracunan yang datang untuk mendapatkan perawatan terus bertambah setiap harinya.
Sanksi bagi Kepala Dapur MBG
Berdasarkan tindak lanjut dari kasus keracunan MBG, BGN telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur program MBG. Tindakan tegas diambil untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan dalam program tersebut.












