Kemenkes: Skrining Kesehatan Jiwa Dokter Temukan 7,2 Persen Memerlukan Perhatian Khusus
Pemeriksaan skrining kesehatan jiwa terhadap dokter yang akan bertugas menunjukkan hasil mengejutkan. Sebanyak 7,2 persen dari jumlah tersebut ditemukan memiliki kondisi kesehatan jiwa yang memerlukan perhatian dan evaluasi lebih lanjut. Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
Hasil Skrining Menggunakan MMPI
Proses skrining tersebut dilakukan dengan menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) terhadap dokter yang akan menjalani tugas, termasuk dalam program intensif. Dari hasil pemeriksaan tersebut, 92,8 persen dokter menunjukkan kondisi kesehatan mental yang baik, sementara sisanya, sebanyak 7,2 persen, dinilai memiliki kondisi kesehatan mental yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Faktor Penyebab Kesehatan Mental Dokter
Dante juga menegaskan bahwa permasalahan kesehatan mental dokter tidak selalu berkaitan dengan masalah perundungan atau bullying. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental dokter, seperti tekanan akademik dan profesional yang tinggi, terutama selama menjalani pendidikan kedokteran.
Merespon temuan ini, Kemenkes akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan kedokteran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah tekanan berlebihan terhadap peserta didik dan menjaga kesehatan mental dokter. Skrining kesehatan jiwa juga akan kembali dilakukan saat dokter memasuki pendidikan spesialis sebagai bagian dari upaya deteksi dini masalah kesehatan mental di lingkungan pendidikan kedokteran.












