Berita  

Bocornya Informasi Kekurangan Amunisi Perang Iran: 50 Staf Pentagon Diperiksa

50 Staf Pentagon AS Jalani Tes Poligraf karena Bocornya Informasi Amunisi

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah memeriksa sekitar 50 anggota Staf Gabungan Militer terkait dugaan bocornya informasi penting, termasuk mengenai kekurangan amunisi AS dalam konflik dengan Iran. Tes poligraf dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap personel militer dan sipil yang bekerja di Departemen Pertahanan AS.

Berbagai Isu yang Menjadi Perhatian

Dilansir dari laporan The New York Times (NYT), tes poligraf tersebut telah dilakukan pada bulan Agustus 2026. Para perwira dan pegawai sipil Pentagon diminta menjawab pertanyaan terkait potensi bocornya informasi amunisi kepada pihak media. Namun, Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menolak memberikan komentar terkait masalah internal tersebut.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan Pentagon menyebutkan bahwa pihaknya menganggap serius setiap kebocoran informasi rahasia yang berkaitan dengan keamanan nasional. Penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran keamanan sedang dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Risiko Kekurangan Senjata dalam Konflik

Dalam laporan terbaru yang diterbitkan, disebutkan bahwa persediaan rudal AS, termasuk rudal jelajah siluman dan rudal Patriot, hampir habis akibat konflik dengan Iran. Bahkan, penggunaan rudal Tomahawk selama konflik tersebut diperkirakan setara dengan persediaan selama satu dekade di masa damai.

Sementara itu, peringatan dari Center for Strategic and International Studies menyebutkan bahwa AS berisiko mengalami kekurangan senjata berpemandu presisi dalam konflik besar ke depan karena persediaannya semakin menipis. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah AS dalam mengelola konflik yang sedang berlangsung.

Source link