Sejumlah kasus kriminal dan pengamanan mewarnai wilayah DKI Jakarta pada Rabu (16/9). Polisi menangani laporan lowongan kerja yang diduga palsu di Jakarta Selatan, pencurian beruntun di sebuah restoran kawasan Jakarta Barat, hingga dugaan pencabulan terhadap dua anak di Jakarta Timur.
Penyelidikan loker palsu dan pencurian di Jakarta Barat
Di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, polisi menyelidiki sebuah perusahaan yang diduga menawarkan lowongan kerja palsu. Calon pelamar disebut diwajibkan membayar sejumlah uang sebelum dinyatakan diterima bekerja.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan, pihaknya menerima dua aduan melalui WhatsApp. Salah satu laporan menyebut perusahaan tersebut tidak terdaftar. Polisi kini mendalami perusahaan yang disebut bernama Sancara dan memeriksa pihak-pihak terkait.
“Kan ada dua WA (aduan). Yang pertama, itu PT-nya tidak terdaftar. Nah, saat ini PT yang utamanya, yang Sancara itu, sedang kami dalami, lagi pemeriksaan,” kata Seala dalam konferensi pers di Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu.
Sementara itu, pencurian terjadi dua kali dalam waktu berdekatan di sebuah restoran cepat saji di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Objek yang dicuri berupa sepeda motor dan helm milik pelanggan.
Pemilik restoran, Rivaldi, mengatakan sepeda motor pelanggan hilang pada Minggu (13/9) dini hari. Pada hari yang sama, tepatnya sore hari, pencurian kembali terjadi dengan sasaran sebuah helm milik pelanggan lain.
Kasus kekerasan dan penyelundupan pangan
Kasus lain ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur. Penyidik mengusut dugaan pencabulan terhadap dua anak di bawah umur di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan terduga pelaku berinisial YAB (49) sempat diamankan warga. Pria tersebut juga menjadi sasaran amuk massa sebelum dievakuasi polisi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani perawatan medis.
Di Jakarta Utara, Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua pria yang diduga terlibat pengeroyokan dan perusakan sebuah rumah menggunakan senjata tajam serta senjata air softgun. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lagoa Terusan Gang IV, Kecamatan Koja.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Awaludin Kanur menyebut kedua tersangka berinisial AS (32) dan FA (30). Keduanya ditangkap pada Senin (14/9) di Jalan Lagoa Gang III, Kelurahan Lagoa, oleh tim gabungan Jatanras dan Resmob Polres Metro Jakarta Utara bersama Operasional Reskrim Polsek Koja.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya juga mengungkap dugaan penyelundupan 49,85 ton kacang tanah ilegal. Komoditas tersebut dikemas dalam 1.536 karung dan disebut siap diperdagangkan di wilayah hukum DKI Jakarta serta daerah sekitarnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Victor Dean Mackbon mengatakan kacang tanah itu diduga berasal dari luar negeri. Barang tersebut diselundupkan melalui jalur darat setelah masuk dari Riau.












