Bos Maserati Corse Tanggapi Gelar GT2 European Series

Philippe Prette memastikan gelar juara GT2 European Series 2026 di Zandvoort, Belanda, setelah meraih kemenangan ganda dan mengunci titel dua balapan sebelum musim berakhir. Pembalap asal Monako itu tampil tanpa cela bersama Maserati GT2 milik LP Racing, sekaligus kembali menjadi juara kelas Masters Cup.

Gelar tersebut memperpanjang dominasi Prette setelah sebelumnya memenangi kategori yang sama pada 2024 dan 2025. Berstatus pembalap tunggal di tim yang dipersiapkan Luca Pirri, Prette tidak membiarkan peluang juara terlepas di Zandvoort.

Prette sempurna di Zandvoort

Prette tidak mengambil risiko berlebihan sepanjang akhir pekan, tetapi juga tidak ragu ketika kesempatan menyerang muncul. Overtake yang dilakukannya mengantarkan pembalap itu meraih dua kemenangan sekaligus memastikan gelar juara.

“Philippe Prette sekali lagi dinobatkan sebagai juara di kategori Masters, setelah gelarnya pada 2024 dan 2025,” kata Vincent Biard, Head of Maserati Corse.

Menurut Biard, Prette tetap menunjukkan performa kuat sepanjang musim 2026. Pada saat yang sama, Maserati GT2 dinilai mampu membuktikan kecepatannya di berbagai lintasan dan kondisi, termasuk trek dengan tingkat cengkeraman yang rendah.

“Pada 2026, pembalap tersebut terus memberikan penampilan yang sangat baik, sementara Maserati GT2 juga menunjukkan seberapa cepat mobil ini di kejuaraan tersebut, di semua trek dan dalam segala kondisi, bahkan yang paling menantang ketika grip terbatas,” ujar Biard.

Dua Maserati lain kembali naik podium

Selain keberhasilan Prette, Maserati juga mencatat dua podium melalui tim lain setelah menghadapi putaran yang sulit di Misano. Thomas Yu Lee dan Niccolo Pirri membawa Maserati bernomor 8 dari LP Racing finis ketiga pada balapan pertama.

Hasil serupa diraih Maserati nomor 7 dari Dinamic Motorsport pada balapan kedua. Mauro Calamia dan Roberto Pampanini menjadi pengemudinya, termasuk setelah harus memulai lomba dari posisi yang terkena penalti. Keduanya mampu bangkit dan merebut tempat ketiga.

Biard menyebut pencapaian dua tim tersebut sebagai perkembangan yang menggembirakan, terutama bagi Calamia dan Pampanini yang melakukan comeback setelah penalti di grid start.

“Ya, kedua tim kembali naik podium. Saya sangat senang untuk Calamia dan Pampanini, yang tampil luar biasa dalam balapan ketika mereka harus melakukan comeback setelah mendapat penalti di grid,” katanya.

Ia menambahkan, Maserati GT2 kembali memperlihatkan bahwa mobil tersebut memiliki performa tinggi dan sesuai dengan karakter kelas GT2. Kondisi itu memungkinkan seluruh kru menunjukkan kemampuan mereka.

Portimao menjadi penutup musim

Putaran terakhir GT2 European Series 2026 akan berlangsung di Portimao pada 16-18 Oktober. Setelah gelar Masters Cup dipastikan, para pembalap Maserati dapat menjalani seri penutup tanpa tekanan perebutan titel.

Biard berharap balapan di Portugal menjadi kesempatan untuk merayakan keberhasilan Prette sekaligus mempersiapkan musim 2027. Maserati juga menargetkan jumlah mobil yang lebih banyak di grid musim depan.

“Ini akan menjadi kesempatan untuk merayakan dan mempersiapkan musim 2027, dengan harapan ada lebih banyak mobil di grid,” kata Biard.

Ia juga menegaskan bahwa Maserati GT2 memenuhi syarat untuk mengikuti banyak seri di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika. Menurutnya, kekuatan yang ditunjukkan dalam kejuaraan GT2 dapat mendorong lebih banyak tim dan pembalap mempertimbangkan mobil tersebut.

“Jadi, di Portugal kami akan menggelar perayaan besar untuk Prette sang juara, sekaligus mempersiapkan tahun depan,” ujar Biard.

Source link