Sopir Kontainer Ditemukan Tewas dalam Truk di Jakut

Seorang pria berinisial S (45) ditemukan meninggal dunia di dalam ruang kemudi truk kontainer yang terparkir di kawasan Futsal Cometa Arena Center, Jalan Pluit Raya Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat pagi. Korban ditemukan dalam posisi terduduk di kursi pengemudi.

Ditemukan saat penertiban parkir

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Kiki Tanlim mengatakan, jasad korban pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sedang melakukan patroli rutin untuk menertibkan kendaraan yang parkir di pinggir jalan.

Petugas Dishub kemudian mendatangi truk kontainer bernomor polisi B 9509 UEK. Kendaraan tersebut diduga diparkir sembarangan dan dinilai melanggar aturan. Petugas berusaha membangunkan pengemudi agar memindahkan kendaraan atau menindaklanjuti pelanggaran parkir tersebut.

Namun, pengemudi tidak memberikan respons ketika dibangunkan. Setelah diperiksa, petugas mendapati S sudah tidak bernyawa di dalam ruang kemudi. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Metro Penjaringan untuk penanganan lebih lanjut.

“Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang sedang melakukan patroli rutin penertiban kendaraan yang parkir di pinggir jalan,” kata Kiki di Jakarta, Jumat.

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi. Polisi mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi korban serta situasi di sekitar truk.

Berdasarkan identifikasi awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Kiki mengatakan, korban diduga meninggal akibat sakit. Dugaan tersebut turut diperkuat oleh temuan bercak muntahan pada celana korban.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian. Jenazah S, yang diketahui berasal dari Rawamangun, Jakarta Timur, dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani visum et repertum.

“Kami telah meminta keterangan dari sejumlah (pihak) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kiki.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk melengkapi penyelidikan dan memastikan penyebab kematian pria tersebut. Hingga proses itu berlangsung, informasi awal dari kepolisian menyebutkan tidak terdapat indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Source link