5 Fakta Muhammad Sarmuji, Aktivis yang Jadi Menteri Perindustrian

Muhammad Sarmuji resmi menempati jabatan Menteri Perindustrian setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober 2026. Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam susunan pemerintahan yang baru.

Pelantikan tersebut membuat rekam jejak Sarmuji kembali menjadi perhatian. Sebelum masuk ke pemerintahan, politikus kelahiran Surabaya itu telah melalui perjalanan panjang di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, parlemen, hingga struktur internal Partai Golkar.

Dari aktivis HMI ke panggung politik

Sarmuji dikenal pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Pembangunan Pemuda dan Olahraga Pengurus Besar HMI.

Setelah menyelesaikan pendidikan, kiprahnya berlanjut di organisasi kepemudaan Partai Golkar. Sarmuji pernah menduduki posisi Wakil Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) untuk periode 2003–2008.

Ia kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sejak 2010. Dalam perjalanan berikutnya, Sarmuji dipercaya menjadi Koordinator Staf Ahli Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

Pengalaman di DPR dan pendidikan

Sarmuji pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI melalui Pemilu 2014. Saat itu, ia maju dari daerah pemilihan Jawa Timur VI dan meraih 57.586 suara. Ia masuk parlemen pada usia 40 tahun.

Selama berada di DPR, Sarmuji menjalani penugasan di sejumlah komisi dengan bidang yang berbeda. Ia pernah menjadi anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, usaha kecil dan menengah, badan usaha milik negara, serta standardisasi nasional.

Pada 2015, ia dipindahkan ke Komisi IX DPR RI yang menangani urusan ketenagakerjaan dan kesehatan. Setelah itu, Sarmuji bertugas di Komisi XI DPR RI dengan lingkup kerja keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan.

Untuk pendidikan, Sarmuji menempuh studi Jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Jember, Jawa Timur. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan meraih gelar Master Administrasi Bisnis.

Memimpin Golkar sebelum masuk kabinet

Di internal Partai Golkar, Sarmuji pernah dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur. Ia menggantikan Zainudin Amali sebelum posisi tersebut kemudian diteruskan oleh Ali Mufthi.

Kariernya di tingkat pusat berlanjut ketika ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Sarmuji mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Lodewijk Freidrich Paulus.

Dalam pelantikan sebagai menteri, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sumpah jabatan yang memuat komitmen untuk menaati konstitusi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo.

Source link