Penusukan di Jatinegara: Penyebab dan Dampak Sabu

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa motif penusukan terhadap seorang kakak oleh tersangka B (44) berawal dari permasalahan penjualan metamfetamina atau sabu. Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, menjelaskan bahwa perselisihan antara korban dan pelaku dimulai ketika hasil setoran korban tidak sesuai dengan penjualan, sehingga memicu cekcok antara keduanya.

Sekitar tiga hari sebelum kejadian tragis itu, ketegangan antara pelaku dan korban semakin memuncak karena masalah sabu dan uang. Meskipun korban mengklaim bahwa dia tidak lagi memiliki sabu dan uang, pelaku tidak percaya. Akhirnya, pelaku meminta seorang teman untuk membeli sabu dari korban guna memastikan kebenaran klaim korban.

Setelah terbukti bahwa korban masih menjual sabu kepada teman pelaku, ketegangan semakin meningkat. Hingga akhirnya, pelaku berinisiatif untuk mengakhiri nyawa kakaknya. Pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku bersiap dengan membawa pisau dapur dan menuju rumah orang tuanya di Cipinang Besar Selatan. Di sana, situasi memanas dan pelaku, yang sudah bersiap dengan pisau, melukai korban di bagian leher.

Setelah menganiaya kakaknya, pelaku melukai korban lagi di tangan kanan dan perut sebelum melarikan diri ke Kuningan, Jawa Barat bersama istrinya. Tersangka berhasil ditangkap di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan penyelidikan lebih lanjut ditangani oleh Polda Metro Jaya. Masyarakat diharapkan dapat mengambil pembelajaran dari kejadian ini untuk menghindari konflik yang berujung pada kekerasan.

Source link