Keluarga Kepala Cabang (Kacab) Bank di Jakarta yang dikenal dengan inisial IP, menaruh curiga terkait kemungkinan adanya pihak yang membuntuti sebelum peristiwa tragis penculikan dan pembunuhan yang menimpa IP terjadi. Adik ipar IP, Intania Rizky Utami, mengungkapkan bahwa mobil pelaku berada di sebelah mobil korban ketika kejadian terjadi. Keduanya bersama pimpinan sedang berkendara saat itu.
Intan, adik ipar korban, datang ke RS Polri Kramat Jati untuk melihat kondisi terakhir IP. Matanya terlihat sembab, menunjukkan kesedihan yang mendalam atas kejadian yang menimpa keluarganya. Awalnya, Intan mendapat kabar dari kakaknya bahwa IP diculik dan dibunuh oleh orang tak dikenal. Namun, Intan menyatakan bahwa selama ini korban tidak memiliki musuh dan tidak pernah menceritakan adanya ancaman yang mengancam nyawanya.
Ditambahkan oleh Intan, rekaman CCTV menunjukkan keadaan sepi di lokasi kejadian, tanpa pamitan apapun karena kedua korban sedang dalam kondisi kerja. Intan berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya demi keadilan. Keluarga juga ingin mengetahui motif pelaku dalam menculik IP hingga menyebabkan kematian.
Sebelumnya, seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank di Jakarta berinisial IP diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Jenazah korban ditemukan di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kabupaten Bekasi dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mata terlilit lakban.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. Petugas dari Polres Metro Jakarta Timur bersama Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan berhasil menangkap empat orang terduga pelaku yang terlibat dalam penculikan tersebut. Semua informasi terkait kejadian tersebut telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya untuk proses lebih lanjut.












