Sejumlah kejadian kriminal terjadi di Jakarta pada Rabu (14/1). Mulai dari penyitaan kebun sawit dan mobil mewah terkait kasus korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) hingga puluhan pelat nomor kendaraan yang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jakarta Utara. Kejati DKI telah menyita beberapa aset, termasuk kebun sawit di Tebo, tanah dan bangunan di beberapa daerah, serta beberapa mobil mewah dan perhiasan emas. Penyitaan tersebut diduga terkait dengan kasus korupsi pembiayaan ekspor nasional yang merugikan negara sebesar Rp919 miliar.
Polda Metro Jaya juga mengungkap motif pembunuhan seorang korban bernama MDT di Bekasi, yang disebabkan oleh utang piutang. Polisi mengatakan bahwa pembunuhan tersebut diduga dipicu oleh rasa dendam terkait persoalan utang antara korban dan pelaku. Selain itu, polisi juga menghentikan eskalasi tawuran di Jakarta Timur dengan menggunakan gas air mata sebagai upaya terakhir setelah situasi memanas.
Polres Metro Jakarta Selatan terus memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Alvaro Kiano yang tragis ditemukan tewas di wilayah Bogor. Meskipun sudah 40 hari berlalu sejak pemakaman, kepedulian dan perhatian terhadap keluarga korban tetap tidak berhenti. Sementara itu, Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading berhasil mengamankan puluhan pelat nomor kendaraan dari seorang tukang tambal ban di Jakarta Utara. Pelat nomor tersebut sebagian besar diambil setelah terjadi banjir dan kemudian dijual dengan biaya tertentu oleh pengepul. Tindakan Satpol PP ini dilakukan untuk menghindari praktik yang merugikan masyarakat.












