Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tiga kali erupsi pada Senin malam. Letusan itu mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak gunung. Erupsi pertama terjadi pada pukul 19.21 WIB dengan kolom letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung. Lava pijar juga terlihat turun dari puncak gunung, disertai dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu yang bergerak ke arah utara. Erupsi berlanjut pada pukul 20.48 WIB dengan kolom letusan setinggi 800 meter di atas puncak, diikuti dengan erupsi kedua enam menit kemudian pada pukul 20.54 WIB dengan ketinggian letusan 500 meter di atas puncak.
Gunung Semeru saat ini berada dalam status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak gunung. Di sepanjang Besuk Kobokan, masyarakat juga harus menghindari aktivitas di radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai/lembah yang berasal dari puncak Gunung Semeru.












