Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak mempercayai Amerika Serikat (AS) dan menolak untuk berunding dengan Washington. Teheran dengan tegas menyatakan akan melanjutkan permusuhan di antara kedua pihak. “Tak ada kepercayaan pada Amerika, juga tidak ada alasan untuk berunding,” kata Mohammad Mokhber, ajudan mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dalam siaran televisi. Menurut Mokhber, Iran siap untuk melanjutkan perang dengan AS karena memiliki pengalaman delapan tahun selama Perang Iran-Irak (1980-1988). Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga bersumpah untuk membalas serangan AS dan Israel yang terjadi baru-baru ini. Serangan tersebut menargetkan berbagai wilayah di Iran, termasuk Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian meluncurkan serangan balasan dengan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, menuduh bahwa serangan yang dilakukan oleh AS-Israel menyasar warga sipil. Mereka juga mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut. Pasca insiden ini, Iran bersiap untuk menggelar pemakaman selama tiga hari untuk Ali Khamenei di Tehran.
Iran Menolak Berunding dengan AS dalam Perang-Tak Bisa Dipercaya
Read Also
Recommendation for You

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan seluruh pejabat untuk tidak menggelar open house lebaran Idul…

Polda Sumatera Selatan bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah Polri di…

Pada Kamis, 12 Maret 2026, Mojtaba Khamenei mengeluarkan pernyataan pertamanya setelah dilantik sebagai Pimpinan Tertinggi…

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga organisasi Pemuda Pancasila secara berjenjang menerima uang setiap bulan terkait…

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pelaksanaan ibadah haji…







