Personel gabungan telah berhasil mengamankan belasan wanita malam serta puluhan botol minuman keras dalam sebuah operasi pencegahan penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menyatakan bahwa operasi ini berhasil menyita total 29 botol minuman keras berbagai jenis dan menemukan sekitar delapan hingga sepuluh perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK), serta dua laki-laki yang diduga sebagai pengguna atau preman.
Operasi ini dimulai sekitar pukul 22.15 WIB sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi yang kondusif selama bulan Ramadhan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Tim gabungan dari berbagai instansi seperti Pemerintah Kota Jakarta Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI-Polri, Dishub, dan P3S Dinas Sosial turut mendukung operasi ini.
Ritonga menjelaskan bahwa operasi dilakukan sebagai respon terhadap keluhan masyarakat di media sosial yang menyoroti aktivitas prostitusi dan peredaran miras di sekitar GOR Ciracas, meskipun sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Wanita dan laki-laki yang terlibat dalam aktivitas tersebut akan dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Meskipun kawasan tersebut sebenarnya tidak memiliki lokasi prostitusi, keberadaan pedagang kaki lima di sekitar GOR Ciracas sering dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul yang memicu aktivitas tersebut. Untuk mencegah kembali munculnya aktivitas serupa, kecamatan akan meningkatkan frekuensi operasi penertiban, terutama selama bulan Ramadhan. Keselamatan dan kondusifnya lingkungan sekitar menjadi prioritas untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang.












