Berita  

Trump Tuntut Hak Suara Menentukan Pemimpin Iran: Tolak Khamenei

Pada hari Kamis, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan ketertarikannya untuk memiliki hak suara pribadi dalam menentukan pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Ia membuat perbandingan dengan perannya dalam pemilihan kepemimpinan Venezuela setelah Maduro. Trump mengingatkan bahwa pemilihan yang salah dapat memicu kembali perang dalam lima tahun mendatang. Dia menegaskan bahwa penunjukkan pengganti harus menghasilkan harmoni dan perdamaian di Iran, menolak Mojtaba Khamenei sebagai kandidat yang tidak relevan. Belum ada keputusan resmi dari Iran mengenai pengganti Khamenei setelah serangan AS-Israel. Media Israel dan Barat melaporkan bahwa putra Khamenei, Mojtaba Hosseini Khamenei, menjadi kandidat terkuat untuk menjalankan peran tersebut. Meskipun tidak memegang jabatan publik formal, Mojtaba Khamenei dianggap anak yang paling berpengaruh dari Khamenei, yang pernah dikenai sanksi AS pada tahun 2019. Proses pemilihan pengganti berada di tangan Majelis Pakar yang terdiri dari 88 anggota, sementara dewan sementara bertugas sebagai pemimpin interim.

Source link