Berita  

May Day 2026: Buruh Diharapkan Jaga Aksi Damai

Buruh Diajak untuk Aksi Damai di May Day 2026

Jumat, 1 Mei 2026 – 03:14 WIB

Jakarta, VIVA – Dalam menyambut peringatan May Day 2026, para buruh didorong untuk menghindari tindakan anarkis yang dapat merugikan stabilitas bisnis. Penting bagi buruh untuk tetap menjaga ketertiban dalam aksi demonstrasi ini.

Menjaga Kesejahteraan Buruh tanpa Merusak Bisnis

Surya Vandiantara, seorang Dosen dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, mengingatkan bahwa penting bagi pengusaha untuk mempertimbangkan kesejahteraan buruh. Namun demikian, buruh juga diminta untuk tidak melakukan sabotase, mogok kerja, atau tindakan rusuh yang dapat merusak iklim bisnis yang ada.

Menurut Vandiantara, kesuksesan perjuangan buruh harus diukur dari tingkat kesejahteraan yang berhasil dicapai. Tindakan sabotase atau mogok kerja tidak akan membawa manfaat jangka panjang bagi buruh. Keberhasilan mereka seharusnya tercermin dalam peningkatan kesejahteraan yang dirasakan.

Peran Besar Buruh dalam Perekonomian Indonesia

Buruh dikenal sebagai pilar utama dalam membangun perekonomian Indonesia. Tanpa adanya kontribusi dari buruh, aktivitas produksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tidak akan dapat berjalan. Perjuangan buruh memiliki dampak besar dalam kebijakan ekonomi yang berdampak luas pada masyarakat, seperti penetapan Upah Minimum Regional (UMR), Tunjangan Hari Raya (THR), serta program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Vandiantara menilai bahwa kontribusi buruh dalam perekonomian patut diapresiasi. Setiap kenaikan UMR, misalnya, dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi karena pendapatan buruh akan tercermin dalam konsumsi domestik yang dapat memacu aktivitas ekonomi lokal.

Lebih lanjut, kenaikan UMR juga akan menggerakkan roda perekonomian nasional. Sebagian besar pendapatan buruh akan diarahkan pada sektor UMKM, yang merupakan pembeli utama produk dari sektor ini. Dengan demikian, peran buruh dalam menjaga stabilitas ekonomi terbukti sangat signifikan.

Source link