Paulus Waterpauw: Pembangunan Papua Harus Mengedepankan Manusia
Jakarta, VIVA – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menekankan pentingnya pembangunan di Papua tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga harus memprioritaskan manusia, terutama orang asli Papua sebagai fokus utama pembangunan.
Menempatkan Manusia Sebagai Pusat Pembangunan
Meskipun pembangunan diukur dengan investasi besar, infrastruktur, dan proyek nasional, Paulus Waterpauw menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat Papua dalam kehidupan sehari-hari.
Terhadap Proyek Strategi Nasional (PSN) ketahanan pangan dan energi yang sedang berlangsung di Papua, Paulus Waterpauw berpandangan bahwa pendekatan dialog merupakan langkah kunci untuk kelanjutan pembangunan.
Dialog Sebagai Kunci Kelancaran Pembangunan
Menurut Paulus Waterpauw, penyelesaian setiap permasalahan dalam pembangunan harus melalui dialog yang mempertimbangkan kepentingan masyarakat Papua secara langsung. Pendekatan humanis dalam berkomunikasi dapat membuka ruang pemahaman dan kepercayaan.
Sebagai orang asli Papua, Paulus Waterpauw meyakini bahwa masyarakat Papua dapat diajak berdialog dengan baik apabila komunikasi dilakukan secara manusiawi. Hindari pendekatan yang memaksa dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Paulus Waterpauw menekankan pentingnya melakukan komunikasi berulang dengan kesabaran, empati, dan rasa hormat terhadap nilai-nilai sosial masyarakat. Bagi Paulus, dialog yang dilakukan secara berkelanjutan akan menemukan titik temu.
Manfaatkan Komunikasi untuk Melibatkan Masyarakat
Paulus Waterpauw juga menyoroti pentingnya menjelaskan manfaat, peluang ekonomi, dan masa depan yang lebih baik kepada masyarakat Papua melalui pembangunan. Hal ini akan membuat mereka merasa menjadi bagian penting dari proses pembangunan, bukan hanya sebagai objek pembangunan.
Paulus Waterpauw menegaskan bahwa akar persoalan di Papua adalah kemiskinan ekstrem yang menjadi pemicu berbagai masalah sosial. Oleh karena itu, pembangunan harus menjawab secara nyata dan berkelanjutan permasalahan tersebut.












