Desakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI untuk Mengatasi Kelangkaan Tenaga Pendidik
Pada Minggu, 12 Juli 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menekankan pentingnya penanganan kelangkaan guru di seluruh Indonesia, terutama di daerah terpencil. Meskipun menyoroti kebutuhan akan formasi guru yang lebih banyak, Esti juga mempertegas bahwa upaya ini harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan yang nyata.
Perbaikan Kesejahteraan Guru Sebagai Kunci Utama
Esti menyatakan bahwa faktor utama untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap profesi guru adalah jaminan sosial dan upah yang memadai. Dia menekankan pentingnya memberikan gaji yang layak dan jaminan sosial untuk memulihkan citra guru di mata publik agar minat terhadap profesi ini dapat tumbuh kembali.
Tantangan Kelangkaan Tenaga Pendidik di DIY dan Daerah Lainnya
Desakan Esti tidak hanya berfokus pada daerah terpencil, tetapi juga menyoroti kondisi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang masih kekurangan ribuan guru. Hal ini menjadi contoh bahwa permasalahan krisis guru telah meluas ke daerah yang sebelumnya dianggap sebagai pusat pendidikan. Sebagai respons, Komisi X DPR RI berencana untuk mengumpulkan data resmi mengenai jumlah guru yang mengundurkan diri untuk memahami lebih dalam akar permasalahan ini.
Legislator PDIP ini juga menyoroti perlunya kebijakan yang lebih fleksibel untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) agar dapat menyesuaikan dengan karakteristik wilayah yang berbeda. Esti berpendapat bahwa standar yang sama tidak bisa diterapkan di daerah perkotaan dan 3T karena perbedaan kondisi yang ekstrem.
Catatan Kritis terhadap Kebijakan Pendidikan Baru
Di akhir pernyataannya, Esti juga memberikan catatan kepada pemerintah terkait rencana peluncuran program Sekolah Rakyat dan kebijakan pendidikan lainnya. Dia menegaskan perlunya kematangan dalam merancang program tersebut agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam jangka panjang.












