Iran Perluas Serangan ke Sekutu AS, Kuwait Jadi Sasaran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas
Iran melancarkan serangan baru ke Kuwait, Bahrain, dan Yordania setelah serangan udara AS memasuki hari ketujuh. Ketegangan memicu lonjakan harga minyak.
Mengutip Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran
Minggu, 19 Juli 2026 – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa Teheran memutuskan menangguhkan komitmen terhadap memorandum perdamaian setelah menilai “Amerika Serikat melanggar komitmennya”.
Alasan Iran
“AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad,” kata Gharibabadi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars.
“Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini,” ujarnya.
Diketahui bahwa ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah AS dan Iran tak kunjung menghentikan saling serang antara mereka.
Masalah Keterlibatan Sekutu AS
Eskalasi militer antara kedua negara terus meningkat, meskipun adanya memorandum perdamaian yang ditandatangani pada Juni 2026 yang dibrmediasi oleh Pakistan.
Sebelumnya, memorandum damai itu dilakukan antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai permanen yang berkelanjutan.
Iran telah melancarkan serangan baru ke Kuwait, Bahrain, dan Yordania seiring dengan berlanjutnya konflik dengan AS, yang berdampak pada kenaikan harga minyak di pasar global.
Serangan Iran terhadap fasilitas sekutu AS menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah semakin kompleks dan berpotensi memanas lebih lanjut ke depannya.












