Posisi Duduk Gibran saat Sidang Kabinet Disorot, Istana: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan, Hanya Kebutuhan Teknis
JAKARTA, VIVA – Pihak Istana Negara membantah isu liar yang berkembang di media sosial terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah keduanya tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan perubahan tata letak tempat duduk semata-mata didasarkan pada kebutuhan teknis, bukan mencerminkan dinamika politik di internal pemerintahan.
Perubahan Posisi Duduk Bukan Berarti Ada Perubahan Politik
Prasetyo menjelaskan bahwa posisi Wakil Presiden Gibran yang tidak berada disamping Presiden tidak memiliki makna politik apa pun. “Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merespons ramainya perbincangan di media sosial usai Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo. Dalam sidang itu, Prabowo duduk sendiri di kursi utama, sementara Gibran berada di deretan menteri, tepat di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Evaluasi Kinerja Pemerintahan dan Program Prioritas Nasional
Prasetyo mengatakan bahwa Presiden dalam sidang tersebut memberikan penilaian terhadap capaian Kabinet Merah Putih selama sekitar 21 bulan terakhir. Selain mengevaluasi capaian pemerintahan, Presiden juga meminta seluruh jajaran mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pada sisa semester kedua tahun ini.
“Dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya,” ujar Prasetyo.












