Berita  

Siswa Kupang Tikam Guru Saat Tidur: Kisah Kisruh di Sekolah

Siswa di Kupang Tikam Gurunya Saat Tidur karena Sakit Hati

Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, kejadian tragis terjadi di asrama SMK Pelayaran, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Siswa berusia 16 tahun dengan inisial A menikam gurunya, Soleman Malo alias Eman, yang berusia 27 tahun, karena merasa sakit hati dengan perlakuan guru tersebut. Alasan penikaman ini terkuak setelah pemeriksaan polisi terhadap pelaku.

Motif Penikaman

A (16) mengungkapkan kepada penyidik bahwa tindakan tersebut dilakukan karena ia merasa tersinggung dan sakit hati oleh perkataan Eman. Sebelumnya, guru tersebut sering memanggilnya kampungan, serta mengucapkan hal-hal yang menyinggung mengenai orang tua dan kampung halaman A di Alor. Hal ini membuat A menyimpan amarah dalam dirinya hingga akhirnya bertindak di luar batas.

Detil Peristiwa

Pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, A mendatangi kamar Eman di asrama sekolah dengan wajah tertutup menggunakan kaus olahraga. Ia beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil Eman sebelum akhirnya mendobrak pintu dan menyerang guru tersebut dengan pisau. Akibat serangan tersebut, Eman mengalami luka parah di bagian kepala dan harus menjalani puluhan jahitan.

Arifin Abdurahman, Kapolsek Kota Lama, menjelaskan bahwa A baru sekitar dua tahun tinggal di Kota Kupang setelah menyelesaikan pendidikan SMP di Kabupaten Alor. Meskipun tidak tinggal di asrama, A memilih menuntut ilmu di SMK Pelayaran Lasiana. Menurut pengakuan A, ia dan rekan-rekannya sering merasa tersinggung dengan perkataan merendahkan dari korban, Eman.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. A telah mengakui perbuatannya namun senjata yang digunakan dalam penikaman belum ditemukan. Polisi masih memburu pisau tersebut yang kabarnya dibuang oleh pelaku setelah kejadian.

Sementara itu, kasus ini menciptakan kecemasan di kalangan masyarakat dan membangkitkan pertanyaan mengenai keamanan dan perlindungan di lingkungan pendidikan. Polisi diharapkan dapat menyelesaikan kasus ini dengan transparansi dan keadilan.

Source link