Berita  

Langkah Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Kalbar

Prabowo Subianto Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Pontianak, VIVA – Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Sabtu sekitar pukul 10.50 WIB untuk meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Patroli Udara untuk Pantau Lokasi Terdampak

Kedatangan Presiden Prabowo ke Kalbar tak lantas berhenti begitu saja. Ia langsung menuju Lanud Supadio untuk melakukan patroli udara menggunakan helikopter guna memantau sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden kepada jajaran TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

Penanganan Karhutla di Beberapa Wilayah Kalimantan

Dalam arahannya, Prabowo meminta pimpinan TNI dan Polri turun langsung ke daerah terdampak, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan efektif. Ia juga membagi tugas penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan kepada jajaran TNI dan Polri.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, seperti Ketapang, Kubu Raya, Mempawah, dan Sambas, menjadi perhatian karena luas area kebakaran cukup signifikan dan berkontribusi terhadap kabut asap.

Luas karhutla di Kalbar sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare. Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 12.443 hektare. Sementara itu, beberapa wilayah yang kebakarannya cukup parah adalah Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Sambas.

Beberapa wilayah terdampak merupakan lahan gambut yang membutuhkan perhatian lebih karena api dapat bertahan dan menyebar di bawah permukaan. Pemprov Kalbar telah menetapkan status siaga darurat bencana asap dan melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk apel kesiapsiagaan, patroli darat terpadu, serta pengerahan personel dari berbagai instansi.

Pemerintah pusat melalui BNPB juga turut mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dengan berbagai upaya, termasuk helikopter patroli, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca. Operasi modifikasi cuaca sendiri telah dilakukan sejak April 2026.

Source link