Iran Menggandakan Produksi Senjata dan Peralatan Pertahanan dalam Setahun Terakhir
Pada artikel ini, disebutkan bahwa Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik melaporkan bahwa pemerintah Iran terus menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Menurutnya, produksi senjata dan peralatan pertahanan Iran meningkat dua kali lipat sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini.
Perubahan Doktrin Militer Iran
Selama konflik terbaru dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran telah mengubah doktrin militernya dari sikap bertahan menjadi siap menyerang. Konflik ini dimulai sejak Teheran dan Washington menandatangani memorandum pada malam sebelum 18 Juni 2026 untuk mengakhiri ketegangan yang sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Namun, gencatan senjata tersebut tidak berlangsung lama setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pada 8 Juli bahwa pasukan AS akan melancarkan serangan terhadap Iran. Sejak saat itu, serangkaian konfrontasi terjadi antara kedua negara tersebut, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap campur tangan AS di Timur Tengah.
Respon Iran dan AS
Iran kemudian melakukan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut sebagai balasan atas tindakan AS terhadap kapal komersial dan blokade pelabuhan Iran. Melalui operasi ekonomi besar-besaran, AS berusaha untuk menekan Iran secara ekonomi agar mengalihkan perhatian dari krisis internal yang sedang dihadapi oleh AS.
Pada akhirnya, perubahan doktrin militer Iran ini menjadi respons atas ketegangan yang terus meningkat dengan AS dan Israel, yang semakin mendorong Iran untuk menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam upaya memperkuat posisi mereka di kawasan tersebut.












