Berita  

Pengaruh China Meningkat, Ancaman Demokrasi Negara Kecil

Pengaruh China dalam Sistem Politik Negara Berkembang

Persaingan geopolitik antara China dan Amerika Serikat telah menjadi fokus utama dalam beberapa tahun terakhir. Namun, seiring dengan keberhasilan ekonomi China, sejumlah negara berkembang mulai mempertanyakan apakah demokrasi adalah sistem terbaik untuk mencapai perubahan jangka panjang.

Kegelisahan Sri Lanka terhadap Model Pemerintahan China

Sri Lanka menjadi salah satu contoh negara yang mulai menimbang-nimbang antara sistem demokrasi dan model pemerintahan ala China dan Singapura. Para tokoh bisnis dan politik di sana mulai menarik perbandingan antara kedua sistem tersebut, terutama karena kesuksesan ekonomi China yang luar biasa.

Menurut pendiri Trinco Centre for Strategic Studies di Sri Lanka, A. Jathindra, pertumbuhan ekonomi China tanpa menerapkan demokrasi liberal ala Barat telah menimbulkan kekaguman di kalangan elit Sri Lanka. Mereka meragukan apakah pergantian pemerintahan setiap lima tahun dalam sistem demokrasi benar-benar dapat memastikan kesinambungan kebijakan yang konsisten.

Pandangan Bisnis terhadap Sistem Politik

Pertanyaan mengenai keberlangsungan visi negara dan kesinambungan kebijakan juga muncul dari kalangan bisnis Sri Lanka. CEO perusahaan konsultan global, Aroshi Nanayakkara, mempertanyakan apakah model pemerintahan China yang lebih stabil mampu memberikan kejelasan dalam pelaksanaan kebijakan jangka panjang tanpa perlu mengalami pergantian kepemimpinan secara teratur.

Sekretaris Jenderal JVP, Tilvin Silva, juga mengamati bahwa transformasi sosial yang signifikan membutuhkan waktu yang lebih panjang daripada satu periode pemerintahan. Dengan demikian, keberhasilan China dalam merubah kondisinya secara mencolok telah memberikan inspirasi bagi negara-negara demokratis dalam merenungkan kembali sistem politik yang mereka anut.

Persoalan lainnya terkait kebijakan nonintervensi China juga menjadi sorotan. Meskipun secara resmi tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain, praktiknya bisa berbeda, terutama ketika kepentingan strategis Beijing terganggu. Contohnya, Nepal mengalami tekanan dari China terkait isu Tibet yang sensitif, bahkan membatasi aktivitas masyarakat Tibet di wilayahnya.

Source link