Karhutla Masih Mengancam Kalimantan Tengah
Palangka Raya, VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi momok menakutkan di Kalimantan Tengah. Dengan 15 titik kebakaran yang masih sulit dipadamkan, upaya pemadaman terus dilakukan meskipun hanya tiga helikopter water bombing yang masih beroperasi.
Gubernur Minta Optimalisasi Penanganan Karhutla
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan perlunya pengoptimalan seluruh kekuatan yang tersedia untuk mengatasi karhutla. Fokusnya saat ini terutama terhadap armada udara yang dapat menjangkau lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kekuatan yang kita miliki harus dimaksimalkan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat, operasi water bombing harus dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” ungkap Agustiar.
Sanksi Bagi Perusahaan Penyebab Karhutla
Dalam rapat koordinasi di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar juga menyampaikan sanksi kepada enam perusahaan yang disebut sebagai penyebab karhutla seluas 1.511 hektare di Kalimantan. Kondisi ini semakin memperumit situasi yang sudah genting akibat karhutla.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, melaporkan bahwa proses penanganan karhutla masih terus berlangsung. Dari 15 titik kebakaran, sebanyak 10 titik sudah berhasil dipadamkan, tetapi tantangan masih ada di beberapa wilayah yang rawan terkena karhutla.
Titik panas yang terdeteksi mencapai puluhan ribu, mengindikasikan skala masalah karhutla yang semakin mengkhawatirkan. Luas lahan terbakar juga mencapai angka yang signifikan, menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan preventif dan penanggulangan yang efektif.












