Berita  

Polda Sumsel Tingkatkan Edukasi dan Penanganan Karhutla Bersama 85 Serdik Sespim

Polda Sumatera Selatan Gandeng 85 Peserta Sespim Lemdiklat Polri untuk Penanganan Karhutla

Polda Sumatera Selatan bekerja sama dengan 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri dalam upaya untuk memperkuat edukasi, pencegahan, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan.

Peserta Didik Terdiri dari Berbagai Jenis Sekolah Polri

Sebanyak 85 peserta didik tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK. Mereka terlibat dalam kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) untuk mempelajari secara langsung penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menekankan pentingnya langkah-langkah komprehensif dalam penanganan Karhutla, mulai dari edukasi, pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, hingga rehabilitasi lahan yang terbakar.

Verifikasi Hotspot dan Pemadaman Karhutla

Kapolda juga menjelaskan bahwa setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan berbagai teknologi seperti helikopter, drone, dan tim darat. Pada tanggal 8 September 2026, tercatat 369 hotspot yang setelah diverifikasi, ditemukan 31 titik api. Luas lahan yang terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Polda Sumsel terus melakukan inovasi dalam upaya pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari untuk memastikan tidak adanya bara api yang tersisa.

Kehadiran peserta didik Sespim diharapkan tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga untuk menghasilkan masukan, inovasi, dan rekomendasi guna memperkuat penanganan Karhutla di Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menekankan manfaat kolaborasi ini bagi kedua belah pihak, di mana peserta didik mendapat pembelajaran langsung sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk pencegahan dan penanganan Karhutla.

Source link