Lapas Salemba Gelar Sidak dan Tes Urine Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba, Jakarta, menggelar inspeksi mendadak (sidak) kamar hunian dan tes urine pada Jumat (18/9). Kegiatan yang melibatkan petugas gabungan tersebut ditujukan untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DK Jakarta, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, TNI, Polri, serta Brimob.

Barang Terlarang Ditemukan di Kamar Hunian

Dalam sidak itu, petugas gabungan memeriksa sejumlah kamar warga binaan berikut barang-barang yang berada di dalamnya. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan beberapa benda yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian.

Barang yang diamankan meliputi lima sendok plastik, tiga alat cukur, lima sendok besi, dan lima botol parfum. Seluruh temuan tersebut kemudian diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski menemukan sejumlah barang terlarang, petugas tidak mendapati narkotika selama pemeriksaan. “Kami siap melaksanakan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat deteksi dini dan menjaga keamanan serta ketertiban. Sidak dan tes urine secara acak akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen bersama,” kata Amico dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Tes Urine Diikuti Warga Binaan dan Petugas

Selain menyisir kamar hunian, BNNK Jakarta Utara bersama jajaran Lapas Salemba melakukan tes urine secara acak. Pemeriksaan itu diikuti 32 warga binaan dan 30 petugas lapas.

Hasil tes menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkotika. Amico menyebut pemeriksaan kamar dan tes urine merupakan bagian dari pengawasan berkelanjutan untuk menjaga keamanan serta ketertiban di dalam lapas.

Menurut dia, kerja sama dengan Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, BNNK Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob akan terus diperkuat melalui pengawasan serta deteksi dini yang dilakukan secara berkala.

Amico menegaskan, pelaksanaan pemeriksaan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Petugas, kata dia, tetap menghormati hak serta martabat warga binaan selama proses sidak dan tes urine berlangsung.

“Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba serta mencegah keberadaan handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar),” ujar Amico.

Source link