Pertemuan tak terduga dengan Inara Rusli kembali membuka luka lama Wardatina Mawa. Momen itu terjadi saat Mawa menghadiri sebuah acara di salah satu pesantren di Jakarta, tempat ia datang sebagai tamu undangan bersama anaknya.
Pengalaman tersebut diceritakan Mawa melalui unggahan yang dikutip pada Sabtu, 26 September 2026. Ia mengaku selama ini belum sepenuhnya pulih dari persoalan rumah tangga yang mengubah kehidupannya. Kesibukan bekerja dan menjalani berbagai aktivitas bersama anak menjadi cara yang dipilihnya untuk perlahan bangkit.
“Orang mungkin mengira aku sudah kuat. Padahal sebenarnya, belum☺️ Selama ini aku cuma sedang belajar pulih dgn cara menyibukkan diri. Aku isi hari-hariku dgn pekerjaan, bahkan sering membawa anak ikut bersamaku,” tulis Mawa.
Pertemuan yang kembali memicu luka
Menurut Mawa, pertemuan dengan Inara terasa berbeda karena untuk pertama kalinya ia harus berhadapan langsung dengan sosok yang selama ini berkaitan dengan pengalaman menyakitkan dalam rumah tangganya. Ia menyebut Inara sebagai perempuan yang pernah memiliki hubungan badan dengan mantan suaminya.
Mawa mengatakan situasi itu berlangsung ketika anaknya juga berada di lokasi. Dari luar, ia merasa mungkin terlihat mampu mengendalikan diri. Namun, kondisi tersebut tidak menggambarkan apa yang sebenarnya ia rasakan.
“Tapi kemarin berbeda. Karena untuk pertama kalinya, aku harus berhadapan langsung dengan perempuan yang pernah punya hubung4n b4d4n dengan mantanku…dan semuanya terjadi di depan mataku, sementara ada anakku di dalam situasi itu. Mungkin dari luar aku terlihat tenang,” tulisnya.
Pengalaman itu membuat berbagai ingatan yang selama ini berusaha ia pendam kembali muncul. Mawa menyadari, proses memulihkan diri dari pengalaman yang menyakitkan tidak selalu berjalan lurus. Kehadiran sosok tersebut secara langsung membuat luka yang sebelumnya hanya tersimpan dalam ingatan terasa kembali nyata.
“Tapi siapa yg tau apa yang sebenarnya sedang berputar di dalam kepala seorang perempuan ketika melihat sesuatu yg selama ini hanya menjadi luka dalam ingatannya, tiba2 berdiri nyata di hadapannya? Wallahi hancur bgt tbtb teringat tindakan itu lagi,” lanjut Mawa.
Penjelasan mengenai acara di pesantren
Pertemuan Mawa dan Inara diketahui berlangsung dalam sebuah acara di pesantren. Mawa hadir karena menerima undangan dari pihak penyelenggara. Namun, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari pihak pesantren, Inara disebut tidak termasuk orang yang diundang dalam acara tersebut.
Situasi itu menjadi pengalaman emosional bagi Mawa karena pertemuan berlangsung secara langsung dan disaksikan dalam keadaan anaknya turut berada di dalam situasi tersebut. Meski berusaha tetap tenang, ia mengaku kejadian itu kembali mengingatkannya pada tindakan dan persoalan yang selama ini menjadi luka dalam hidupnya.












